Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Minggu, 26 Desember 2010

Tari angguk puri-Indonesia

Tari Angguk yang kemudian menjadi tarian khas daerah Kulon Progo, berasal dari Tari Dolalak di Purworejo. Dibawa masuk dan mulai hidup di Kulon Progo pada tahun 1950. Pada mulanya tarian tersebut dibawakan oleh laki-laki, baru pada tahun 1970 mulai dirintis group Angguk Putri. Jumlah penari Angguk antara 12 sampai 20 penari. Namun sering juga kurang dari 12 penari atau lebih dari 20 penari. Memakai kostum seragam ala Opsir Belanda, dengan celana pendek, baju lengan panjang berwarna tua dengan hiasan warna emas. Bertopi dan kaos kaki panjang, tanpa sepatu. Instrumen musik terdiri dari : Kendang, Saron, terbang, Bedhug, Bas, dan Key Bord. Pada umumnya pentas Angguk dibagi menjadi beberapa babak, setiap babak ada 3 bagian. Tahap pertama bagaikan etalase, semua penari tampil ke pentas, menggelar potensi dan daya tarik group Angguk yang bersangkutan, melalui kostum, kelenturan gerak, kekompakan, bloking, musik pengiring dan kemampuan individu penarinya.
Pengiring menyanyikan lagu khas Angguk untuk memanggil roh. Walaupun masih dalam frame kelompok, para penari mulai asyik dengan dirinya sendiri, masuk dalam irama menghanyutkan, gerakan-gerakan semakin dinamis, sampai pada puncaknya salah satu atau beberapa penari mengalami trance atau kemasukan roh, ditandai dengan memakai kacamata hitam. Sementara yang lain duduk, penari yang trance terus menari, dengan gerakan individual yang bebas, eksplosif dan erotis. Sesekali ia meminta air putih dan bunga mawar atau sesaji yang di sediakan. Ketika roh akan meninggalkan penari, ada lagu khusus untuk mengantar kepergian roh. Biasanya sebelum pergi ia minta ketemu dengan panitia penyelenggara untuk mengucapkan terimakasih.
Mengingat kesenian ini ibaratnya ‘bermain-main’ dengan roh, maka dibutuhkan seorang pawang yang bertugas mengawal datang dan perginya roh.

Beberapa grup Angguk yang cukup populer antara lain :
1. Group Angguk Putri Sri Lestari dari Pripih,
2. Angguk Mekar Perwitasari dari Tlogolalo, Hargamulyo, Kokap,
3. Angguk Putri Puspa Rini dari desa Kulur, kecamatan Temon.
Pada jaman dulu orang sangat menggemari kesenian tari angguk ini hingga rela menonton hingga pagi hari. Penari angguk sangat terkenal akan kecantikan dan keahliannya dalam menari sehingga banyak pemuda yang tergila-gila akan pertunjukkan tari angguk ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar