Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 25 Desember 2010

Taman Wisata surandi Lombok Tengah-Indonesia

 

Taman Suranadi merupakan salah satu andalan wisata di Pulau Lombok. Karena itu, tidak mengherankan jika obyek wisata itu sepertinya tak pernah sepi pengunjung, terutama pada hari libur.

Untuk menuju obyek wisata itu, hanya ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit dari Bandara Selaparang, Mataram. Jarak antar keduanya tidak terhitung jauh, hanya sekitar 15 kilometer.

Taman Suranadi terletak di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Taman dengan luas sekitar 52 hektar ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi berdasarkan SK Menteri Pertanian tanggal 15 Oktober 1976 No. 646/Kpts/Um/10/76 Jo tanggal 30 Mei 1977 No. 274/Kpts/Um/5/77.

 

 Tujuan penetapan itu guna meningkatkan fungsi konservasi baik flora/fauna maupun ekosistemnya, agar tercapai keserasian lingkungan dan yang dimanfaatkan sebagai obyek rekreasi, pendidikan, kebudayaan, penelitian dan kepariwisataan.

Jadi, bagi para wisatawan, rasa lelah (jetleg) selama penerbangan, rasanya akan terbayar sudah dengan suguhan Taman Suranadi yang indah dan sejuk. Apalagi, di depan Taman Wisata Suranadi juga banyak penjual aneka makanan khas daerah setempat, diantaranya sate bulayak, sate dengan lontong yang dibungkus daun aren (bulayak).

Selain itu, di lokasi Taman Suranadi sendiri juga menyuguhkan mata air yang jernih dan sejuk. Lima mata air ini terdapat di tiga pura, yakni Pura Ulon yang terletak di ujung timur laut, Pura Pengentas dan Pura Pembersih yang berada di arah barat daya. Air yang berada di mata air tersebut dianggap sakral dan acap digunakan sebagai syarat dalam menjalankan upacara keagamaan.

Di Pura Pembersihan, pelaku upacara biasa membersihkan diri dengan cara mandi dari sumber mata air pembersihan, dan dilanjutkan dengan persembahyangan di dekat sumber air itu sebelum melanjutkan ke Pura Ulon. Sementara di pintu gerbang Pura Ulon tersedia air pelukatan yang digunakan malukat kepada orang yang masuk ke pura.

Oleh karena dianggap suci, tidak seorang pun yang diperbolehkan mandi di mata air ini. Pengunjung hanya diperkenankan mandi di air yang telah tersalurkan keluar.

Konon, air dari mata air tersebut, khususnya pertemuan air dari dua sumber mata air, yakni sumber air pelukatan dan tirta yang dikenal dengan sebutan pecampuhan, memiliki khasiat, utamanya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.

sumber :aninabobo.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar