Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 27 Desember 2010

Kesenian Sleman-Indonesia

Indotoplist.com : Ketoprak, Badui, Trengganon, Kubro Siswo, Salawatan, Santiswara, dan Laras Madya, Kuntulan, Hadrah, Angguk
Info Kesenian Kabupaten Sleman
Kethoprak

Merupakan seni drama tradisional kerakyatan dengan kriteria babad kerajaan atau legenda yang berkembang di masyarakat.
Musik : Gamelan laras pelog atau slendro dengan ciri keprak (kentongan)
Durasi : 5 - 6 jam

Badui

Kesenian religius Islami yang terilhami Gerakan Suku Badui Arab.
Musik : Bedhug
Pementasan : Biasanya malam hari dengan durasi 2 - 4 jam.

Trengganon

Kesenian religius Islami dengan penonjolan pada perpaduan antara musik, tari silat, dan seni suara. Musik : genjreng, jedor. Pementasan : malam hari dengan durasi kurang lebih 6 jam. Biasa dipentaskan dalam acara hari - hari besar keagamaan dan hari - hari besar nasional.

Kubro Siswo

Merupakan jenis kesenian Islami yang mengandung arti murid - murid Tuhan yang diimplementasikan dalam pertunjukan yang selalu menjunjung kebesaran Tuhan.
Pementasan : malam hari dengan durasi kurang lebih 5 jam Musik : jedor, bedhug, terbang

Salawatan, Santiswara, dan Laras Madya

Jenis kesenian Islami dengan penonjolan pada tabuhan untuk mengiringi syair - syair lagu Islam.
KuntulanJenis kesenian Islami yang berbentuk tari dan nyanyian dengan mempergunakan naskah tulisan Arab.
Iringan : rebana, jedor, vokal.

Hadrah

Kesenian Islami dengan corak menyanyi disertai alat musik terutama rebana dan berhubungan syair Islamiyah dengan sumber Kitab Barzanji. Cenderung dipentaskan di masjid - masjid untuk memeriahkan peringatan agama Islam.

Angguk

Seni tradisional kerakyatan yang bernafaskan Islam. Seni pertunjukan ini dimainkan oleh beberapa anak lelaku atau pemuda yang menari dan menyanyi. Pada perkembangannya sekarang wanitapun berperan. Angguk mengandalkan gerak anggukan kepala pada tiap gerak tarinya dan diduga karena gerakan tersebut kesenian itu memperoleh nama. Instrumen khas adalah terbang, kendang, jidor, dan syair nyanyian dari Kitab Barzanji.
Biasa ditampilkan pada acara hari besar agama Islam dan memerlukan tempat pementasan karena gerak tarinya.
Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman (www.tourismsleman.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar