Pengiring menyanyikan lagu khas Angguk untuk memanggil roh. Walaupun masih dalam frame kelompok, para penari mulai asyik dengan dirinya sendiri, masuk dalam irama menghanyutkan, gerakan-gerakan semakin dinamis, sampai pada puncaknya salah satu atau beberapa penari mengalami trance atau kemasukan roh, ditandai dengan memakai kacamata hitam. Sementara yang lain duduk, penari yang trance terus menari, dengan gerakan individual yang bebas, eksplosif dan erotis. Sesekali ia meminta air putih dan bunga mawar atau sesaji yang di sediakan. Ketika roh akan meninggalkan penari, ada lagu khusus untuk mengantar kepergian roh. Biasanya sebelum pergi ia minta ketemu dengan panitia penyelenggara untuk mengucapkan terimakasih.
Mengingat kesenian ini ibaratnya ‘bermain-main’ dengan roh, maka dibutuhkan seorang pawang yang bertugas mengawal datang dan perginya roh.
Beberapa grup Angguk yang cukup populer antara lain :
1. Group Angguk Putri Sri Lestari dari Pripih,
2. Angguk Mekar Perwitasari dari Tlogolalo, Hargamulyo, Kokap,
3. Angguk Putri Puspa Rini dari desa Kulur, kecamatan Temon.
Pada jaman dulu orang sangat menggemari kesenian tari angguk ini hingga rela menonton hingga pagi hari. Penari angguk sangat terkenal akan kecantikan dan keahliannya dalam menari sehingga banyak pemuda yang tergila-gila akan pertunjukkan tari angguk ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar